🔬 Penelitian Terbaru tentang Adsorben Logam Tanah Jarang (Ce³⁺)
Dalam penelitian ini, kami telah mengembangkan adsorben berbasis kalsium alginat yang dimuat dengan magnetit (Fe₃O₄) untuk menyerap ion Cerium (Ce³⁺) dari larutan.
🔎 Kenapa Cerium (Ce³⁺)?
Cerium adalah salah satu unsur logam tanah jarang (Rare Earth Element) yang banyak digunakan dalam industri, tapi sulit didaur ulang. Jika terbuang ke lingkungan, bisa mencemari air dan tanah.
🧪 Apa yang dilakukan?
-
Membuat adsorben dari Ca-Alg/Fe₃O₄
-
Mencoba berbagai rasio dan kondisi (pH, waktu kontak, konsentrasi)
-
Menemukan kondisi paling optimal:
-
Rasio Ca-Alg : Fe₃O₄ = 2:1 (w/w)
-
pH 4
-
Waktu kontak 210 menit
-
Konsentrasi ion Ce³⁺ 250 ppm
-
📈 Hasilnya:
Adsorben ini mengikuti model isoterm Langmuir, yang artinya proses penyerapan berlangsung efisien dan terarah. Kapasitas maksimum adsorpsi mencapai 50.505 mg/g — angka yang menjanjikan untuk aplikasi nyata di pengolahan limbah.
🌱 Kesimpulan pribadi:
Bahan yang murah, mudah dibuat, dan ramah lingkungan seperti Ca-Alg/Fe₃O₄ bisa jadi solusi alternatif untuk menanggulangi pencemaran logam tanah jarang. Langkah kecil menuju teknologi bersih yang lebih berkelanjutan 🌍
🧬 Selanjutnya, penelitian berikutnya membuktikan bahwa jaringan biosorben berbahan alginate dan polivinil alkohol (Alg/PVA) juga mampu menyerap ion Ce³⁺ secara efektif. Dua jenis adsorben diuji, yakni NIP (tanpa imprinting) dan Ce-IIP (dengan imprinting ion Ce³⁺), dan hasilnya menunjukkan bahwa Ce-IIP memiliki daya serap yang lebih tinggi.
📌 Kondisi optimalnya:
-
pH: 4
-
Massa adsorben: 0,1 gram
-
Waktu kontak: 360 menit (NIP), 240 menit (Ce-IIP)
Proses adsorpsi keduanya mengikuti model Langmuir dan kinetika orde dua semu, menunjukkan bahwa proses berjalan secara efisien dan terkendali.
📊 Ce-IIP menunjukkan kapasitas adsorpsi tertinggi: 45,871 mg/g, sedangkan NIP sebesar 30,846 mg/g. Karakter termodinamikanya juga menarik:
-
Ce-IIP → adsorpsi spontan & eksotermis
-
NIP → adsorpsi spontan tapi endotermis
✨ Artinya: Dengan teknik imprinting ion Ce³⁺, kapasitas dan efisiensi adsorben dapat ditingkatkan secara signifikan. Ini adalah langkah lanjutan dari penelitian sebelumnya—membuka jalan untuk inovasi adsorben yang lebih selektif, hemat biaya, dan ramah lingkunga.
📚 Kesimpulan Umum:
Dua pendekatan berbeda ini—menggunakan Ca-Alg/Fe₃O₄ dan Alg/PVA dengan imprinting—sama-sama membuktikan bahwa bahan alami dan modifikasi sederhana dapat menjadi solusi nyata dalam pengolahan limbah logam tanah jarang. Baik dari sisi efisiensi, selektivitas, maupun potensi aplikasinya, keduanya memberi kontribusi berarti bagi pengembangan teknologi pemulihan logam masa depan yang berkelanjutan 🌏. Jika kamu memiliki ketertarikan untuk mengembangkan studi lebih lanjut tentang adsorben logam tanah jarang, atau ingin berdiskusi tentang teknik adsorpsi, karakterisasi material, atau kolaborasi riset—jangan ragu untuk menghubungi saya secara pribadi.
📧 Email: hulqimila@gmail.com
Saya dengan senang hati akan berbagi pengalaman dan mendiskusikan peluang riset ke depannya 🌱
📖 Penasaran dengan data dan karakterisasi lengkapnya?
Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah di International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS), edisi Desember 2023. Boleh baca dan eksplor lebih dalam, klik di sini dan Thesis 2024 di Perpustakaan ITB terkait IIP dan NIP di sini. Yuk, baca selengkapnya dan eksplor lebih dalam!
Posting Komentar